
Selain Rekayasa Hijau Indonesia, klien lain yang juga meminta Cipta Lima Creative untuk mengerjakan pekerjaan sistem desain korporat (corporate design systems) adalah Ngrumat Bondo Utomo (NBU). Ini adalah klien yang pernah bekerjasama dengan M. Markoes Djajadiningrat, lebih dari sepuluh tahun yang lalu.
Tahapan Pekerjaan
Pekerjaannya terdiri dari tiga tahap :
- Pertama, mengubah materi logo berupa film cetak menjadi file digital.
- Kedua, membuat aplikasi logo.
- Ketiga, membuat standar manual logo.
Digitalisasi Materi Logo
Dari ketiga tahap tersebut, yang cukup sulit adalah tahap pertama. Sebab materi logo yang ada masih berupa film untuk keperluan cetak, dan desain logonya mengambil elemen motif gunungan wayang yang bentuknya memang sangat rumit. Tetapi kalau file digitalnya sudah berhasil dibuat, pekerjaan selanjutnya akan relatif lebih mudah.
Untunglah sekarang sudah tersedia cukup banyak software image tracing yang bisa dipakai untuk membantu mengubah hasil scan logo menjadi file digital yang bisa diedit. Jadi tidak perlu mentrace satu-persatu bentuk-bentuk yang ada pada logo tersebut.
Alhamdulillah, setelah mencoba beberapa kali akhirnya didapatkan hasil tracing yang paling optimal. Meski begitu, ternyata hasil tracing ini tidak dapat digunakan untuk aplikasi dengan logo berukuran kecil, seperti kartu nama dan stationaries lainnya.
Sebab ketika logo diperkecil dan coba diprint, detail logonya ternyata hilang, dan yang tercetak di kertas praktis hanya blok warna saja.
Setelah sempat beberapa kali trial and error, akhirnya dapat juga solusi yang tepat yaitu dengan mengubah file vektor hasil tracing itu menjadi file bitmap resolusi tinggi (file TIFF hi-res, 600 dpi, grayscale). Dengan solusi ini, logonya tidak akan “pecah” kalau ukurannya diperbesar; detailnya tetap kelihatan jelas kalau ukurannya diperkecil; dan bisa diwarnai dengan mudah di InDesign sewaktu membuat aplikasi logonya.
Desain Aplikasi Logo
Desain stationery (kartu nama, kop surat dan amplop) Ngrumat Bondo Utomo
Tahap kedua adalah membuat desain aplikasi logo. Totalnya ada sekitar 20 desain aplikasi yang harus dibuat, mulai dari kartu nama, kopsurat, amplop, sampai ke signage dan panel kaca.
Sebagian dari aplikasi ini desainnya sudah pernah dibuat sebelumnya oleh M. Markoes Djajadiningrat. Jadi yang pertama-tama dilakukan adalah membuat ulang desain yang sudah ada dengan InDesign, lalu membuat dua alternatif desain baru. Selanjutnya semua alternatif tersebut diseleksi dan diapprove oleh klien.
Pada tahap yang kedua ini bisa dibilang proses kerjanya tidak terlalu sulit. Sebab selain materi dan acuan desainnya sudah ada, pihak NBU juga sangat kooperatif dan profesional. Percaya sepenuhnya pada Cipta Lima Creative sebagai pihak yang sudah ditunjuk menjadi pelaksana pekerjaan, dengan tetap memberikan berbagai masukan yang dianggap perlu.
Salah satunya adalah ketika diperlihatkan contoh-contoh kartu nama dari perusahaan-perusahaan yang menjadi relasi NBU. Di luar dugaan, ternyata manajemen lebih menyukai gaya desain kartu nama yang simpel, seperti contoh-contoh kartu nama milik beberapa perusahaan finansial dari Jepang. Yang menarik, meskipun gayanya konservatif, simpel, minimalis, hanya menggunakan huruf-huruf warna hitam saja sebagai elemen desain utama, tapi penampilannya tetap terkesan modern dan elegan. Jadi memang sesuai dengan karakter bisnis keuangan, perbankan dan investasi.
Desain Standar Manual Logo
Tahap terakhir dari pekerjaan sistem desain korporat NBU ini adalah membuat desain standar manual logo. Fungsi standar manual logo ini adalah sebagai pedoman reproduksi dan penerapan logo pada berbagai macam aplikasi desain yang dirilis oleh perusahaan. Dengan adanya standar manual logo, akurasi dan konsistensi dalam reproduksi dan penerapan logo dapat dijaga dengan baik.
Contoh halaman isi standar manual logo Ngrumat Bondo Utomo
Dalam standar manual logo diuraikan secara rinci tentang desain dan makna logo, warna dan jenis huruf yang digunakan, pedoman ukuran dan aturan-aturan lain mengenai penerapan logo pada beragam aplikasi. Karena itu biasanya standar manual logo ini dibuat setelah desain aplikasi logo selesai dan diapprove oleh klien.
Struktur, format dan desain sebuah standar manual logo bisa bermacam-macam, tergantung dari kebutuhan kliennya. Untuk NBU, standar manual logonya dibagi menjadi lima bagian yaitu : pengantar, elemen desain, penerapan logo yang tidak dibenarkan, stationaries dan aplikasi logo.
